eeda journey

catatan reportase seorang jurnalis:
pendidikan,hukum,sosial politik, budaya

3:34 PM

Berdakwah Lewat Musik

Posted by Eeda |


ADA macam-macam cara berdakwah. Yang sudah biasa dikenal masyarakat, berdakwah itu dengan berceramah. Namun cara dakwah yang satu ini juga sudah dilakukan banyak kalangan yakni berdakwah lewat musik/lagu religius. Formatnya beragam. Namun biasanya seorang penceramah yakni kyai/ustad dalam memberikan tausiyahnya diselingi lagu-lagu religi. Dengan demikian, diharapkan pesan-pesan si penceramah akan lebih cepat ''nyantol'' pada umat karena disampaikan dengan cara yang santai.

Salah satu grup yang cukup kebanjiran order manggung untuk memeriahkan acara ramadan adalah El Muna. Kelompok musik beraliran kasidah, zapin, dan dangdut (kazidut) itu dimotori oleh Rara Nadia, Shinta sari, Eva Jameela,dan Dina (vokal), Kenang (gitar), Hisyam (kibor), Aripin (biola), Obleh (kendang dan drum), Gito (bass), Isrofil (seruling), dan Pentool (MC) dan Dody (tamborin).
Selama Ramadan ini mulai 6-24 September, mereka digandeng Djarum 76 untuk memeriahkan acara Tour Silahturahmi Ramadan. General Manager grup tersebut, Choliq Zain yang ditemui di markas El Muna Jl Raya Tugu 58 mengatakan, kelompok musik asuhannya itu melakukan tour di daerah Pemalang, Pekalongan, dan Batang untuk 10 kali pertunjukan.
''Melalui lantunan irama khasnya, El Muna selalu bisa 'menghanyutkan' ribuan massa yang memadati pada setiap pertunjukan.'' Adapun lagu yang dibawakan antara lain ''Nawartti Ayyami'', ''Habibi Ya Nurul Aini'', ''Perdamaian'', ''Salamin Bait'', ''SurgaMu'',''Tuhan'',''Yarit'', Laila'',''Ibu'', ''Modin'',''Sajadah Merah'', ''Lembah Duka'',''Anafin'', ''Wahdana'', dan lain-lain. Dari deretan judul lagu tersebut, terlihat bahwa dalam pertunjukan selama Ramadan, hanya lagu-lagu religi yang diperdengarkan. ''Namun demikian, di luar bulan Ramadan, lagu-lagu religi tetap dimainkan walaupun diselingi dengan tembang-tembang nonreligi.''
Dalam tournya di 3 kota tersebut, selain El Muna, pengisi acara adalah Kyai Abdurrohim Al Muhsin dari Semarang. Beliaulah yang bertugas memberikan siraman rohani pada umat. Pertunjukan digelar usai salat tarawih yakni pukul 20.30-23.30. Choliq menambahkan, dalam pertunjukannya, El Muna selalu menyanyikan beberapa buah lagu milik seniornya yakni Nasida Ria.
Nasida Ria
Lantas bagaimana dengan kegiatan dakwah grup musik legendaris Nasida Ria? Choliq yang juga memenejeri kelompok musik tersebut mengaku bahwa Ramadan ini, job order sepi. ''Sebelum Ramadan, Nasida Ria sudah dibooking untuk menggelar pertunjukan di Riau dari 5-18 September. Namun tiba-tiba EOnya melakukan pembatalan sepihak.'' Hal itulah yang menyebabkan Nasida Ria pada Ramadan ini sepi order karena sudah terlanjur menolak job lain demi berangkat ke Riau. ''Jadi sekarang kalau ada yang mau ngundang Nasida Ria pentas, kami siap melayani.''
Walau di bawah satu manajemen, namun 2 grup tersebut memiliki karakter yang berbeda. Yang jelas Nasida Ria hanya beranggotakan wanita dan warna musik yang dibawakan cuma kasidah. Itu memang sudah menjadi trade mark kelompok musik asal Semarang yang namanya sudah melegenda di seantero Tanah Air.
Rebana MAJT
Kelompok lain yang mungkin sudah cukup dikenal oleh sebagian warga Semarang adalah grup rebana kasidah Masjid Agung Jateng (MAJT). Pembimbing sekaligus vokalis Asrori menjelaskan, order manggung di bulan Ramadan lebih sedikit dibandingkan di luar Ramadan. ''Kalau Ramadan, paling banter hanya manggung saat Nuzulul Quran.'' Namun yang jelas, setiap hari besar Islam, kelompok musik yang berdiri 2 tahun silam itu selalu dapat order pentas. Tidak hanya di lingkungan MAJT, namun juga di instansi lain seperti Pemprov, dan sebagainya. Lantas lagu-lagu apa yang sering dibawakan? ''Yang jelas lagu-lagu Islami. Kami juga melayani request penonton.'' Tapi sekarang, sambung dia, para penikmat musik kembali menggemari musik-musik balasik milik Umi Kalsum yang pernah tren di tahun 1970an.'' Mereka sendiri rutin berlatih setiap malam Senin. Jika para anggota grup ini didominasi oleh orang remaja, lain halnya dengan grup rebana Risma JT. Para anggota grup rebana Risma JT terdiri atas para remaja dan berlatih tiap malam Jumat. Adapun kedua kelompok tersebut terdiri atas 10 orang anggota. ''Pokoknya saling melengkapi. Kalau ada anggota grup yang dewasa berhalangan, bisa digantikan dengan yang remaja. Begitu juga sebalilnya.'' (Ida N-)

Grab this Widget ~ Blogger Accessories
Subscribe