eeda journey

catatan reportase seorang jurnalis:
pendidikan,hukum,sosial politik, budaya


SEMARANG-Salah satu cara paling ampuh untuk menanamkan ideologi bangsa pada para pemuda adalah dengan memberikan pelajaran sejarah yang bermakna di bangku sekolah. Namun sayang, pelajaran sejarah yang diajarkan di sekolah -sekolah Indonesia tidak bermakna bagi murid-murid. Hal itu diungkapkan mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Menteri Transmigrasi dan PPH DR (Hc) Ir Siswono Yudo Husodo saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional Kepemudaan di Gedung Prof Soenardi Undip Pleburan (17/11).

Pada acara yang diprakarsai oleh BEM KM Undip dan bertemakan ''Membangkitkan Semangat Juang Pemuda dalam Meneruskan Cita-cita Luhur Bangsa'' itu, Siswono mencontohkan murid-murid sekolah di AS yang tahu benar ungkapan dari salah satu isi pidato mantan presiden JFK yang terkenal itu ''ask not what your country can do for you - ask what you can do for your country''.
''Mereka tahu mengapa presiden AS saat itu membeli Lousiana dari Prancis dan Alaska dari Rusia.'' Keadaan tersebut, kata Siswono, berbeda jauh dari pengajaran Sejarah di Indonesia yang tidak punya makna. Contohnya, kata dia, saat Sultan Agung menyerang Batavia. ''Kita tidak tahu mengapa Sultan Agung melakukan itu. Begitu juga perjuangan yang dilakukan pahlawan-pahlawan lain.''
Siswono yakin, menanamkan ideologi bangsa dengan memberikan pelajaran sejarah yang bermakna di sekolah, jauh lebih efektif daripada penataran P4 atau membentuk BP7 seperti zaman Orba dulu. Ia berharap semua elemen bangsa mengubah mind set agar ke depan tidak ada lagi percekcokan antar golongan/agama. Namun demikian ia optimistis Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan mengingat potensi baik SDM dan SDA di negara ini sangat besar.
Adapun pembiara lain dosen FISIP Undip Drs Teguh Yuwono MPol Admin mengutarakan bahwa salah satu cara yang paling ampuh bagi para pemuda untuk mengubah keadaan adalah dengan masuk ke parpol. ''Dengan masuk ke struktur politik, perubahan bisa dilakukan.''
Teguh juga menyinggung tentang tidak terpilihnya orang-orang yang tidak kompenten menjadi pemimpin. ''Yang dipilih hanya yang populer. Masak tokoh reformasi kalah dalam pilpres.''
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terkait minimnya perhatian Pemerintah terhadap siswa/mahasiswa berprestasi. Ia mencontohkan pemenang olimpiade fisika dari Papua yang malahan akan disekolahkan oleh Pemerintah Singapura sampai S3 dan bekerja di sana. ''Lha kalau di sini, menang Pimnas paling-paling cuma dapat fasilitas bebas SPP dari universitas.''
Ketua PWI Jateng Sriyanto Saputro berpendapat bahwa pemuda memiliki potensi yang besar, karena itulah menjadi incaran bagi orang-orang yang memiliki kepentingan pragmatis. ''Supaya tidak terjerembab, pemuda harus memiliki idealisme.'' (H11-)

[Read full post+leaving your comments]
3:57 PM

Risaukan Kecurangan pada UN +PR dari Mas Erik

Posted by Eeda |


SEMARANG-Kecurangan pada ujian nasional (UN) bukan rahasia lagi. Faktornya bermacam-macam. Salah satunya adalah ketakutan sekolah tidak mendapatkan murid pada tahun ajaran baru. Sekolah yang terpaksa ''menghalal'' cara tersebut merisaukan guru-guru di sekolah-sekolah lain. Hal itu terungkap pada Seminar dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Guru yang diprakarsai Forum Ilmiah Guru Jateng di LPMP Srondol (11/11).

Seorang guru dari Kebumen yang mengungkapkan hal itu menceritakan bahwa dirinya bahkan pernah didesak oleh orangtua siswa untuk membocorkan jawaban UN. Toh menurut orangtua siswa tersebut, kata dia, ada sekolah lain yang melakukan hal itu. ''Permintaan itu tentu saja saya tolak. Dan setelah saya cek ke sekolah yang dikabarkan memberikan bocoran jawaban UN, ternyata benar.''
Alasannya, sambung dia, si guru terpaksa memberikan jawaban karena hidupnya tergantung dari sekolah dan eksistensi sekolah tergantung dari jumlah siswa yang masuk. Dan jumlah siswa yang masuk tergantung dari nilai UN lulusannya. ''Itu kan sangat meresahkan. Tidak cukup pengawasan dari luar seperti pengawas independen dalam pelaksanaan UN. Ini harus segera ditangani.''
Suarakan Uneg-uneg
Mantan Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc yang menjadi pembicara pada seminar tersebut juga memiliki kekhawatiran yang sama. Padahal dalam forum rektor mendatang, kata dia, akan dibahas mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru di mana akan diwacanakan nilai UN akan dipakai untuk tes masuk perguruan tinggi. ''Tapi kalau ternyata nilai baik yang didapat karena curang kan merisaukan. Hal ini akan kami sampaikan ke Mendiknas dan Presiden.'' Namun demikian, Eko juga meminta para guru agar terus menyuarakan uneg-unegnya. ''Kerisauan terkait UN dan lain-lainnya harus terus disuarakan para guru. Ibarat roda yang terus bederit, maka harus diberi pelumas. Jadi, kalau uneg-uneg tidak disuarakan ya tidak akan mendapat tanggapan.''
Pada acara yang dihadiri 200an guru TK-SMA/K seluruh Jateng itu, Prof Eko juga mengatakan bahwa guru yang terbaik adalah yang dapat memberi inspirasi dan motivasi pada murid-muridnya. Dan guru yang profesional, sambungnya, adalah guru yang gemar menambah ilmu pengetahuan baru, lincah dalam berfikir, memiliki disiplin dalam kerja, dan sebagainya. ''Guru juga harus bisa menyiapkan murid agar bisa make a living (bekerja), lead a meaningful life(kehidupan yang bermakna), dan ennoble life (memuliakan hidup).''
Pembicara lain mantan Rektor Unnes Dr Rasdi Ekosiswoyo berpendapat bahwa guru yang berbudaya mutu sekaligus cerdas menjadi kunci suksesnya pencapaian mutu pendidikan. ''Namun, yang dituntut berbudaya mutu tidak hanya guru namun juga komponen administratif dan fungsional pendidikan.''
SCL
Adapun Ketua FIG Jateng Wasimin, yang juga guru SMAN 3 Semarang menyinggung tentang student-centered learning (SCL). Yakni suatu model pembelajaran yang memosisikan siswa sebagai pusat dari proses belajar. ''Berangkat dari asumsi bahwa tiap siswa merupakan individu yang unik, maka proses, materi, dan metode belajar disesuaikan secara fleksibel dengan minat, bakat, kecepatan, gaya, serta strategi belajar tiap siswa.''
Menurut dia, model tersebut sangat tepat di era globalisasi serta teknologi yang menimbulkan perubahan cepat, persaingan, dan kerjasama. Dalam implementasi SCL, sambung dia, guru bukan lagi menjadi tidak penting dan lebih ringan. ''Mereka lebih berperan sebagai sebagai motivator, fasilitator, dan dinamisator yang membimbing, mendorong.'' Serta mengarahkan siswa untuk menggali persoalan, mencari sumber jawaban, menyatakan pendapat, serta membangun pengetahuan sendiri. (H11-)
===============================

O iya, ini ada PR dari Mas Erik. Maap mas baru sempet aku kerjain. Dua hari terakhir aku tepar..par..par...Dengan rasa malu, akhirnya ku kerjakan juga nih PR

10 things about me
1. Saya adalah sulung dari 2 bersaudara. Numpang lahir di Bandung tapi besar di Semarang. Tapi dulu sempet tinggal di Jakarta dan Yogya juga. Ortu dan nenek moyang asli wong Yogya.
2. Walau bukan orang yang religius, namun saya yakin no matter how hard we try tetep aja yang nentuin ALLAH SWT. Jadi selain berusaha tetep harus dibantu sama doa.
3. Kalo mas Erik adalah seorang vegetarian, saya adalah seorang meat lover! Sayur dan buah juga suka tp bukan main course.
4. Jujur saja, saya ini perokok sudah sejak lama. My fave kinda cigarette is menthol...Hobi minum soft drink walo ga tiap hari.
5. Saya dulu suka pake asesoris tp lama 2 gatel. Termasuk jam tangan. Asesoris yg ada di tubuh saya cm cincin 1 biji. Anting2, gelang, kalung yang dibeliin nyokap, entah ilang kemana soalnya lupa naroknya (emak..maapkan aku)
6. Hobi paling bisa saka keep up sampe sekarang sih baca. Bacaan saya bervariasi, dari komik, buku anak, novel, sampe literatur sastra, sejarah, dan politik. Bacanya tergantung mood. Kl lagi pengen sante baca buku2nya enid blyton en judy blume. Kl lagi pengen pinter baca buku sejarah dan politik.
Dulu suka nyanyi, pernah buat band en manggung di cafe2 pula. Tp itu masa lalu. Sekarang cukup berkaraoke ria bersama teman2. Ngeblog belum lama, kira2 3 bulanan deh.
7. Kalo kenalan sama orang abis itu suka lupa nama walo mukanya tetep inget. Kl soal ruas-ruas jalan, biasanya langsung cepet apal sih karena emang suka muter2. Kl udah kebangeten blank, baru deh telp temen.
8. Kl mas erik bisa gerak2in kulit kepala, saya cuma bisa nekuk2in lidah dengan berbagai model (hiihihi..apa coba)
9. Tapi saya punya kesamaan sama mas erik, suka makan cepet. Walo waktu makan bareng temen2 pesenan saya datang belakangan, tapi paling cepet habisnya.
10. Kesamaan lain sama mas Erik adalah suka lupa narok barang. Kl penyakit buru2 kambuh,langsung ngobrak ngabrik kamar. Eh ga taunya, barang yang dicari ketinggalan di kendaraan or di kantor!

[Read full post+leaving your comments]
6:00 PM

Ubah Model Pembelajaran di Perguruan Tinggi

Posted by Eeda |

SEMARANG- Model pembelajaran di perguruan tinggi (PT) di Indonesia harus dilakukan perubahan. Mahasiswa harus ditempatkan sebagai pusat belajar yang secara aktif di kelas menyampaikan gagasan atau ide serta argumentasi, mengomentari sebuah topik atau materi kuliah yang disampaikan. Hal itu diungkapkan Ketua Lepdik Undip Dr Ir Mukh Arifin MSc pada pelatihan mengajar yang efektif di perguruan tinggi di Lembaga Pendidikan Gedung Widya Puraya Kampus Undip Tembalang belum lama ini.

Pada acara yang diikuti oleh 50 dosen dari semua fakultas di Undip itu, ia juga mengimbau agar dosen dalam memberikan perkuliahan di dalam kelas sebaiknya tidak menghabiskan waktunya dengan banyak bicara. Tetapi lebih pada upaya untuk mendorong mahasiswa lebih aktif lagi berbicara di dalam kelas. ''Hal tersebutlah yang selama ini kerapkali memberikan hasil atau keluaran yang tidak bagus bagi sarjana di Indonesia.''
Perubahan Radikal
Pembicara pelatihan yakni dosen FE dan Bisnis UGM Drs Suwardjono MSc PhD yang menyampaikan materi ''Revolusi Paradigma Pembelajaran Perguran Tinggi dari Penguliahan ke Pembelajaran'' menekankan bahwa universitas yang ada di Indonesia perlu melakukan perubahan yang radikal dan fundamental pada sistem pendidikan. ''Dengan demikian akan menghasilkan output atau keluaran yang jauh lebih berkualias ketimbang masih mempertahankan dan menggunakan model lama.''
Pembebalan Mahasiswa
Model yang lama dalam sistem pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia di mana dosen menjelaskan dan memberikan materi dalam kelas pada mahasiswa, tandasnya, pada dasarnya adalah bentuk pembebalan pada mahasiswa. Dalam hal ini, imbuhnya, perlu bagi dosen untuk merubah pola pikir merasa jauh lebih pintar dari mahasiswa dan pusat segala ilmu. Selain itu, kata dia, pada dasarnya banyak sekali problematika yang membuat proses pembelajaran tidak baik seperti terbatasnya penguasaan materi mahasiswa pada satu tema sehingga rata-rata mereka malas bertanya.
Tak Punya Kecakapan Bahasa
Ditambahkannya, fenomena lain yang semakin menunjukkan rendahnya kualitas sarjana Indonesia adalah pada aspek penggunaan bahasa. Banyak sekali mahasiswa yang tidak mempunyai kecakapan dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar untuk menyampaikan argumentasi di kelas.
Mahasiswa belum terefleksi sebagai sarjana dan dosen belum mengetahui bagaimana proses pembelajaran yang baik. ''Pada akhirnya mereka menjadi sarjana yang tidak memiliki kepribadian kesarjanaan yang baik seperti sikap yang santun, tutur bahasa yang baik dalam bahasa keilmuan, kearifan dalam pengetahuan yang luas.''
Menurut dia, pada dasarnya mahasiswa sudah punya dasar berupa kemampuan komunikasi informasional berupa kesukaan membaca majalah atau media yang bernilai hiburan. Jadi, imbuhnya, tugas dosen adalah menumbuhkan kesukaan terhadap membaca bukan saja bacaan yang bersifat informasional tetapi juga bacaan ilmiah, karena membaca akan memberikan kemudahan dalam beragumen dan mengungkapkan sesuatu secara teratur.
''Penting bagi dosen untuk menciptakan pengalaman menyenangkan bagi mahasiswa ketika belajar. Kuliah jangan sampai dianggap sebagai satu-satunya sumber pengetahuan serta mencoba untuk menghapus citra bahwa dosen adalah dewa pengetahuan.''
Konsepsi tentang dosen secara progresif mesti diubah, seperti dosen yang baik adalah dosen yang mengajar secara sistematis, rinci dengan makalah serta memberikan catatan yang persis seperti buku teks.
Jenuh
Pembicara lain dosen psikologi Undip Dra Hastaning Sakti MSi menengarai adalnya fenomena di mana mahasiswa mengalami tingkat kejenuhan yang sangat tinggi dalam proses perkuliahan dengan menggunakan model dikte atau mendengarkan dosen menyampaikan perkuliahan. Merespon hal tersebut, ungkapnya, penting bagi dosen untuk memiliki kompetensi yang baik untuk dapat menciptakan ruang belajar yang jauh lebih efektif dan baik dengan lebih fleksibel, partisipatif dan akomodatif serta lebih kreatif.
Upaya untuk mencapai hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan model Interactive Skill Station Information Technology(ISS-IT). Yakni suatu metode yang menekankan pada keterampilan aplikasi, analisa, sintesa dan evaluasi berbasis teknologi informasi. ''Dosen yang menggunakan model pembelajaran demikian harus mampu
berperan sebagai mediasi atau fasilitator yang dipadukan dengan teknologi informasi.'' Tujuan yang ingin dicapai dengan model belajar seperti itu adalah meningkatkan atmosfir akademik melalui peningkatan kualitas pembelajaran melalui optimalisasi kualitas dosen dan mahasiswa.
''Mahasiswa ditekankan agar lebih punya soft skillterutama pada peningkatan kemampuan komunikasi yang baik, percaya diri dalam menyatakan pendapat, lebih mudah menyerap dan mengingat materi pelajaran. ''(H11-)

[Read full post+leaving your comments]

Brruukkkk....tau tau ketimpuk award dari Bunda Ririe








Makasih ya Bunda. Kayaknya aku belum pantes nih ngedapetinnya. Wong ya blogger baru. Tapi by the way, anyway, busway,finally menemukan keasyikan ngeblog apalagi ketemu blogger ramah kaya bunda...(cie cie).

Dan ini nih yang bikin bingung...PR dari bunda mengenai kenapa terjerumus ke dunia ngeblog...Jujur aja, saya ngeblog sedikit banyak kepengaruh Kang Gus walo alasannya berbeda.
Kl Kang Gus pengen numpahin uneg2nya dengan ngeblog (kaleee), kalo saya untuk pendokumentasian berita-berita yang telah saya tulis.

Emang sih cari di mbah google juga bisa. Cukup mengetik nama atau kode berita saya en item yang mo dicari. Tapi kadang2 juga ga nemu. Emang sih di Drive D, cuma kalo ditelusuri 1 per 1 njelimet juga. Pake tool search juga tetep njlimet. Mbah google saat itu saya pikir sebagai tool yang efektif. Tapi ya itu tadi. Kadang juga ga nemu.

Oo iya...berita-berita tulisan saya juga ternyata banyak di bajak oleh banyak situs. Baik situs pemerintahan, parpol, komerisil, dsb. Yang lebih gila lagi nih, saya pernah nemu berita saya dibajak oleh situs seks! Lebih kacaunya lagi nih, berita yang ada di sana adalah berita yang saya tulis waktu masih zaman jadi wartawan baru bgt (4 thn lalu lah) disuruh liputan ttg pengobatan pemindahan penyakit dari manusia ke kambing! (maklum, wartawan baru jadi disuruh liputan kejadian konyol juga jalan grak).

Nah..karena alasan-alasan tersebut, saya tertarik untuk mendokumentasikan berita saya di blog. Sense of belongingnya jadi ada. At least orang tau ini semua saya yang nulis. Kalo berita yang ada di situs koran tempat saya kerja kan situs milik semua wartawan di kantor saya. So, saya hanyalah bagian kecil dari sistem tersebut. Lagi pula, kepemilikan situs bukan pada saya namun pada institusi.

Dan enaknya ngeblog nih, bisa ngeluarin uneg2 juga atas semua kejadian yang kita temui. Uneg2 itu tak mungkin saya ungkapan dalam berita karena tau sendiri kan, sebagai wartawan, kita tidak boleh secuilpun memasukkan pendapat pribadi. Media blog ini bisa jadi tempat sharing atas uneg2 kita.So, I'm glad to be a blogger!
Saya pilih nama eedajourney karena alasan simplicity dan easy to remember. Eeda dibaca Ida dan journey adalah perjalanan..Jadi, ya ini perjalanan seorang Ida sehari-harinya. Liputan ini, ketemu si itu, dsb...


OOO iya nih, ada PR dari mas Alfian Hudan dan mas Erik tentang apa arti nama saya dalam Bahasa Inggris. Saya tunda PR ini begitu lama karena saya rada2 bingung. Emang sih udah ada toolnya, tinggal ketik nama en submit tp, ah masa iya arti nama saya seperti yang dituliskan di situ. Walopun saya setuju dengan paragraf yang menyebutkan ''You are the total package - suave, sexy, smart, and strong''. HAHAHHAHA...dasar narsis!
Setahu saya nih, bapak saya kasih nama Ida asalnya dari bahasa Timor-timur (sekarang Timor Leste). Dulu bapak pernah kerja di sana sebelum nikah dan dia bisa Bahasa Tetun (bahasa lokal setempat). Dan Bahasa Tetun-nya satu adalah Ida. So, dia bercita-cita kl anak pertamanya nanti akan dikasih nama Ida. Gitu lohhh...
Well, anyway... ini dia kira2 arti nama saya dalam Bahasa Inggris. Mudah2an yang baik2 ada pada saya en yang jelek-jelek jangan ada di diri saya...





You tend to be pretty tightly wound. It's easy to get you excited...which can be a good or bad thing.You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don't stick with any one thing for very long.
You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start. You are balanced, orderly, and organized. You like your ducks in a row.
You are powerful and competent, especially in the workplace. People can see you as stubborn and headstrong. You definitely have a dominant personality.

You are usually the best at everything ... you strive for perfection. You are confident, authoritative, and aggressive. You have the classic “Type A” personality. You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people.
You also have a very active imagination. You often get carried away with your thoughts. You are prone to a little paranoia and jealousy. You sometimes go overboard in interpreting signals.

You are a very lucky person. Things just always seem to go your way. And because you're so lucky, you don't really have a lot of worries. You just hope for the best in life. You're sometimes a little guilty of being greedy. Spread your luck
around a little to people who need it.

You are wild, crazy, and a huge rebel. You're always up to something. You have a ton of energy, and most people can't handle you. You're very intense.
You definitely are a handful, and you're likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun.

You are the total package - suave, sexy, smart, and strong. You have the whole world under your spell, and you can influence almost everyone you know. You don't always resist your urges to crush the weak. Just remember,they don't have as much going for them as you do.

You are a seeker. You often find yourself restless - and you have a lot of questions about life. You tend to travel often, to fairly random locations. You're most
comfortable when you're far away from home. You are quite passionate and easily tempted. Your impulses sometimes get you into trouble.

[Read full post+leaving your comments]
7:32 PM

Please People...Let's Make Things Better

Posted by Eeda |

Photo by Leonardus Agung BP
TEMEN-TEMEN, saya tidak tahu apakah hal ini pernah terjadi di kota Anda. Namun selama musim hujan, sejak awal Oktober, di Semarang banyak terjadi angin puting beliung yang menumbangkan pohon-pohon. Korbannya tidak hanya mobil pengguna jalan yang melintasi Jl Taman Diponegoro ini, namun juga penduduk di kawasan lain.

Rumah-rumah mereka banyak juga yang ambruk.
photo by Maulana M Fahmi

Saya pernah wawancara dengan seorang pakar tata kota dari Undip. Ternyata masang baliho itu juga ada aturannya. Ini adalah contoh akibat pemasangan baliho yang mengabaikan aturan-aturan tersebut.

Photo by Maulana M Fahmi

Dan akibatnya, masyarakat tidak berdosa menjadi korbannya. Tukang becak yang keambrukan baliho ini segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Keadaannya kritis. Lha kalau kaya begini, siapa yang tanggung jawab?

Photo by Saptono Joko Sulistiya

Trus kalo udah kejadian kaya gini, sapa dong yang salah? Saya pernah bincang-bincang dengan seorang pakar tata kota dari Undip, yakni pak Eddy Printo. Beliau mengatakan, hal ini sebenarnya bisa dicegah jika arsitek pemkot tidak menata kota dengan gaya melorong. Menata kota dengan gaya seperti itu emang memudahkan angin besar langsung menerjang. Kan ga ada tamengnya.

Saya ga tau nih guys kalo di kota kalian gimana. Tapi kalo di sini, pengaspalan en pemavingan tuh kebablasan. Saking bablasnya, ga ngasih ruang akar pohon untuk berkembang. Akibatnya, akar2 pohon mencuat ke permukaan karena udah ga kuat lagi mencengkram tanah.

So bisa ditebak deh kalo angin besar dateng, ....BRRUUUKKK...tuh pohon-pohon pada tumbang deh. Harusnya dinas pertamanan en DPU koordinasi dong. Kl dirembug duluan, jadinya kan ga kaya gini.

O iya..mungkin kita ga sadar telah memberikan kontribusi pada kerusakan pohon. Misalnya menempelkan iklan di pohon2 tak berdosa itu dengan cara memaku. Kalau tuh pohon punya mulut, pasti bakalan merintih sepanjang hari. Atau bahkan mungkin screaming....





Dan yang lebih memilukan lagi nih temen-temen blogger...calon wakil2 kita juga tidak menunjukkan contoh yang baik. Pasti sering liat kan guys, bendera2 parpol en caleg yang dipaku di pohon2 dengan sembarangan? Saya bukannya menghasut atau sejenisnya tp bayangin aja negara kita dipegang sama orang2 yang ga peduli sama lingkungan. Saya mo konfirmasi sama tuh parpol2 en caleg2 juga percuma. Males. Paling juga jawabnya ''Lho yang masang kan bukan saya'' . Enak bgt lepas tanggungjawab begitu aja. Tuh para korban sapa yang mo kasih ganti rugi kalo udah ketiban pohon?









Foto-foto ini emang cuma sebagian saja dari semua spanduk parpol en caleg yang saya temui on the way ke kantor dari rumah. Saya tidak bermaksud mendiskreditkan kelompok atau orang tertentu. Lagian ga mungkin juga saya foto semua spanduk parpol, caleg, iklan yang numpang beken di pohon di seantero Semarang.

So bagi parpol en caleg yang fotonya saya pasang di blog ini jangan pada tersinggung. Tolong koreksi diri Anda sendiri dulu deh sebelum nuntut saya. Buatlah saya bersimpati untuk nyoblos Anda di Pemilu 2009. Kalo caranya kaya gini, gimana saya bisa mempercayakan suara saya pada Anda?

Buat temen2 blogger, ayo dong kita mulai make things better. Toh yang diuntungkan juga bukan orang lain tapi diri kita sendiri. Ga peduli sesibuk apapun, walo kita ga bisa langsung terjun berpartisipasi, at least, kita menjaga yang sudah ada. Jangan ngerusak.

Saya mendukung aksi penanaman pohon yang dilakukan banyak kelompok, instansi, perguruan tinggi, sekolah, dan sebagainya. Tapi kalo cuma nanem aja sih gampang. Lha ngerawatnya itu gimana?

[Read full post+leaving your comments]
8:33 PM

Kompromi Metode Debat

Posted by Eeda |

photo by gus
SEMARANG-
Debat adalah salah satu fase yang harus dilalui kandidat capres di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Indonesia. Namun di AS, capres boleh mengompromikan metode debat di mana yang bersangkutan merasa nyaman. Hal itu diungkapkan staf dari Kedutaan AS, Anne E Grimes saat menjadi pembicara tentang Pilpres AS di gedung Ignatius Unika Soegijapranata (29/10).
Dan untuk kampanye, sambung Grimes, tentu saja memerlukan biaya yang besar. Selain dari kocek pribadi, para kandidat juga diperbolehkan menerima sumbangan dari para donatur. ''Namun hanya boleh menerima dari donatur warga AS, tidak boleh warga asing karena dikhawatirkan nantinya akan mencampuri urusan domestik AS.'' Hal itu, sambung dia, pernah terjadi pada pilpres era Bill Clinton. Suami senator dari New York Hilary Clinton itu ditengarai pernah menerima sumbangan dari pengusaha Indonesia James Riyadi.
Grimes mengungkapkan bahwa hal-hal yang berbau minoritas, agama memang memengaruhi dalam pemilihan kepala pemerintahan di AS. Namun bukan berarti warga minoritas tidak bisa menjadi kepala pemerintahan. Ia mencontohkan Bobby Jindal yang merupakan keturunan India namun berhasil menjadi Gubernur Lousiana.
Ditambahkannya, jika tahun lalu isu yang menjadi pertimbangan warga AS dalam memilih presiden adalah sikap AS tentang perang Irak. Maka tahun ini, sambungnya, yang menjadi pertimbangan masyarakat untuk memilih presiden adalah penanganan krisis global yang sedang melanda negeri Adidaya itu.
Karena itulah Grimes secara pribadi tidak ambil pusing dengan orang-orang yang masih mempertanyakan, termasuk salah satu peserta pada dialog tersebut, apakah Barrack Obama (kandidat presiden dari Partai Demokrat-Red) seorang Muslim atau Kristen. ''Obama adalah seorang Kristen yang taat walau ayah kandungnya yang berasal dari Kenya adalah seorang Muslim. Namun demikian, kalaulah memang dia seorang Muslim, lalu kenapa?''
Pada kesempatan itu, ia juga menyinggung partisipasi para pemilih muda pada pilpres tahun ini. ''Kami harap tingkat partisipasi mereka tinggi. Apalagi capres Barrack Obama adalah orang muda. Dan Sarah Palin (cawapres dari Partai Republik-Red) bahkan lebih muda dari Obama.'' Media seperti MTV dan kaum selebritas, sambungnya, juga diminta berpartisipasi untuk mengajak kaum muda untuk mencoblos.
Ia tak memungkiri bahwa ancaman golput pada pilpres masih ada. Banyak faktor yang memengaruhi hal itu. Misalnya ketidakpedulian mereka akan politik, akses transportasi yang sulit ke TPS, dan cuaca buruk. ''Walaupun kedengarannya konyol, tapi cuaca juga bisa berpengaruh karena pada November, memasuki musim dingin. Orang mungkin lebih senang tinggal di rumah. Apalagi kalau salju turun.'' (H11-)

[Read full post+leaving your comments]
7:34 PM

Kehormatan Sekaligus Beban

Posted by Eeda |

Photo by Maulana M Fahmi
SEMARANG-Mendapatkan gelar doktor honoris causa dari salah satu universitas terkemuka di negeri ini, yakni Undip adalah suatu kehormatan. Hal itu tidak ditampik Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Men PAN) Drs Taufiq Effendi MBA. ''Penganugrahan gelar doktor honoris causa ilmu hukum dari Undip adalah kehormatan, namun sekaligus beban. Saya harus bertingkah laku yang pantas. Karena saya sekarang sudah menjadi bagian dari Undip dan akan mengabdikan diri pada Undip.''

Ungkapan itu disampaikan pria kelahiran Barabai, Kalsel 12 April 1941 usai dianugrahi gelar Dr (HC) oleh Rektor Undip Prof Dr dr Susilo Wibowo MS Med SpAnd di Gedung Prof Soedarto SH, Kampus Undip Tembalang (27/10). Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk kompak. Semua instansi di republik ini harus punya visi besar yang sama yakni mengurangi kemiskinan dan pengangguran. ''Hebat masing-masing tidak ada gunanya,'' tegas dia.
Menurut pensiunan Polri tersebut, yang terpenting dalam reformasi birokrasi adalah perubahan mind set, dari berpikir wewenang menjadi peranan. ''Jadi birokrat hakekatnya ya harus melayani masyarakat.'' Birokrat, kata dia, tidak lagi berpikir output, namun outcome, jadi harus sesuai dengan harapan masyarakat. Tidak lagi berpikir ego sektoral dan fungsional, namun ego nasional.
Pada kesempatan itu, ia juga mengungkapkan terkait pengangkatan tenaga honorer. ''Saya sudah mengumumkan sejak 25 November 2005 kepada gubernur, wali kota, bupati, dan BKD di seluruh Indonesia. Saya tunggu, baru muncul Januari dengan angka 210 ribu.''
Februari, ia mengembalikan daftar dengan memberikan catatatan agar dicek kembali, jangan sampai ada yang ketinggalan. ''Karena tidak secepatnya dikirimkankan kembali, saya beri tenggat waktu sampai 31 Mei. Dan setelah data terkumpul, jumlahnya menjadi 920 ribu.''Ia berjanji akan menyelesaikan semuanya sampai 2009. Saat ini sisanya 163 ribu. 80 ribu diselesaikan pada 2008 dan sisanya 2009.''Kalau sampai ada yang ketinggalan, salah siapa itu?''
Saat menyampaikan pidato penganugrahannya yang berjudul Reformasi Birokrasi: Sebagai Strategi untk Menciptakan Kepemerintahann yang Baik dan Pelayanan Publik yang Berkualitas dalam Rangka Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat, Taufiq menjelaskan bahwa salah satu keberhasilan dalam reformasi birokrasi adalah perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pemerintahan. ''Akan tetapi, perubahan tersebut tidak akan serta merta terjadi jika tidak dibangun suatu sistem yang mampu memaksa agar paradigma bisa cepat berubah.''
Suami dari Sri Widiyati itu berharap besar pada para akademisi dalam rangka mengembangkan sistem yang berkaitan dengan penyelenggaran pemerintahan, melalui berbagai kajian akademik, ilmiah, dan aplikatif. Ia menilai kalangan pendidik adalah netral jadi harus bisa menjadi agen perubahan sosial. Ditambahkannya, diperlukan suatu landasan hukum yang baik, aparat penegak hukum yang baik, serta pengawasan yang baik terutama dari masyarakat.
Prof Dr Satjipto Rahardjo SH sebagai promotor menjelaskan, alasan mengapa gelar itu diberikan pada MenPAN karena yang bersangkutan memiliki sesuatu yang istimewa yang pantas dinaikkan ke forum akademis. Taufiq dinilai memiliki pikiran-pikiran yang secara kreatif menerobos/keluar dari konvensi. Bahkan telah menyentuh perubahan yang bersifat paradigmatis. Untuk mengujinya, sambung Satjipto, pada seminar dan diskusi yang diselenggarakan Undip, Taufiq diberi kesempatan memaparkan pikiran-pikiran progresif, kreatif, dan inovatifnya di depan publik. ''Menurut penilaian senat, promovendus dinilai lulus dengan cemerlang dan pantas untuk dianugrahi doktor kehormatan.'' (H11,H55-)

[Read full post+leaving your comments]
7:32 PM

Otonomi Harus di Provinsi

Posted by Eeda |

SEMARANG-Titik berat otonomi yang berada pada level lokal meminggirkan peran provinsi sekaligus gubernur sebagai kepala daerah. Peraturan perundangan yang ada tidak banyak mengatur posisi provinsi. ''Jika mengutamakan kepentingan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan, maka seharusnya otonomi berada di Provinsi. Karena dengan demikian resources bisa dikoordinasikan.'' Hal tersebut diungkapkan pakar OTDA/mantan Meneg OTDA Ryaas Rasyid pada seminar nasional Arah Demokrasi dan Ekonomi Indonesia: Rekonstruksi Posisi Gubernur di FISIP Undip (22/10). Pada acara yang digelar dalam rangka dies ke -40 FISIP Undip itu, Ryaas menambahkan hal itu memang menimbulkan konsekuensi di bidang pelayanan pada masyarakat di kab/kota.

Ia juga menilai pemilihan secara langsung juga tidak serta merta menjawab pesoalan demokrasi. Karena pada dasarnya, demokrasi itu harus menghasilkan kebijakan yang pro rakyat.
Cost Politic
Jika gubernur dipilih tunjuk langsung oleh presiden, sambungnya, maka jelas siapa yang bertanggungjawab jika gubernur berbuat salah.''Tapi memang kalau gubernur ditunjuk, parpol tidak setuju.'' Ia menilai, cost politic untuk pilkada langsung sangat besar. Ryaas menceritakan tentang ketua DPD parpol di sebuah provinsi yang ingin mencalonkan diri, lewat parpolnya sendiri tetap harus setor Rp 5 miliar ke pengurus pusat. Moderator seminar, mantan Rektor Undip Prof Eko Budiharjo juga menceritakan pengalamannya saat ingin mencalonkan diri sebagai gubernur lewat sebuah parpol. ''Waktu fit and proper test, yang ditanyakan hanyalah kesanggupan finansial dan komitmen saya untuk mendukung capres yang diusung parpol itu. Jadi yang saya jalani waktu bukan fit and proper test, namun fee and prosperity test.''
Karena itulah Ryaas mengajak semua pihak untuk terus mengawal demokrasi sampai pada produk yang dihasilkan. Pasalnya, sambung dia, ada kecenderungan demokrasi melawan dirinya sendiri. Dicontohkannya seorang calon akhirnya terpilih menjadi gubernur. Setelah itu, kata dia, yang bersangkutan akan ''mendepak'' para kepala dinas yang tidak mendukungnya dalam pilgub. Dan orang-orang yang mendukungnya pada pilgub, sambungnya, dimasukkan dalam tim khusus.
Kompetensi
Karena itulah dia menekankan adanya standar kompetensi untuk jabatan-jabatan strategis. Pasalnya kalau pejabat tidak memiliki kompetensi, tandasnya, sama saja melanggar hak rakyat untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas. Ditambahkannya, gubernur seharusnya harus lepas dari kepentingan parpol karena ia harus melayani semua golongan. Hal senada juga diungkapkan mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz. Menurutnya, kendala efektifitas pemprov terutama bersumber dari faktor-faktor eksternalitas. Dan guna meningkatkan efektivitasnya, salah satunya perlu dipertimbangkan membangun spirit kewarganegaraan dari parpol dengan merelakan gubernur yang diusung menjadi gubernur seluruh rakyat. ''Karena gubernur bukan lagi representasi dari parpol, kelompok, dan golongan.'' Hal lain adalah melanjutkan program desentralisasi fiskal, sehingga pemprov makin berdaya, terutama untuk mendukung pembangunan kab/kota..
Pembicara lain, staf khusus Presiden bidang hukum Deny Indrayana, mengungkapkan bahwa antara etika jangan dianggap berbeda dari hukum. ''Ya kalau etika dilanggar, berarti hukum juga dilanggar. UU BI, UU money laundry ada tapi korupsi tetap marak.'' Ia juga tidak menampik bahwa banyak UU yang tumpang tindih. Menurut dia, penyesuaian untuk hal itu tidaklah mudah. Ia mengilustrasikan sebuah UU yang dikeluarkan, PPnya belum lengkap, tapi sudah ada UU baru. (H11-)
PS: Mau pasang Award Dari Mas Eric ah.... Makasih ya Mas....Yang ini aku belum punya..


[Read full post+leaving your comments]
Grab this Widget ~ Blogger Accessories
Subscribe