eeda journey

catatan reportase seorang jurnalis:
pendidikan,hukum,sosial politik, budaya



SEMARANG Tidak ada perasaan canggung dan minder pada diri Slamet Mulyati (17) saat merayakan Hari Anak Nasional di Wisma Hydrocephalus Jl Sanggung Barat 3B (24/7) bersama kawan-kawannya. Namun dilubuk hati, ia ingin terlihat normal seperi manusia lain. Apa pasal? ya, Slamet Mulyati warga Rejosari RT 08 RW 04 Grobogan itu adalah penderita labio palato parah. Penyakit yang dideritanya lebih berat dari sekedar bibir sumbing kebanyakan orang. Bagian muka sebelah kanan dari mulut sampai hidung Mulyati berlubang.Mata kanannyapun tidak berfungsi dengan sempurna

Ia juga mengalami kesulitan saat berbicara karena artikulasinya yang tidak jelas.
Kendati tidak menjelaskan alasannya, Mulyati sejak kecil ia tidak bersekolah. Namun ayah ibunya yakni Sawiyo dan Sawiyem yang bekerja sebagai buruh tani mengajarinya baca tulis. Sehari-harinya, bungsu dari 4 bersaudara itu hanya membantu pekerjaan orangtuanya di rumah.
Kepada Suara Merdeka, Sawiyo dan Sawiyem mengaku tak punya uang untuk biaya operasi anaknya itu. ''Untuk makan saja sulit. Biaya transport kami ke Semarang ini saja disangoni pak lurah.'' Orangtuanya berhadap ada dermawan yang mau membiayai operasi anaknya itu sehingga ia bisa hidup normal seperti anak lain.
Walau tidak separah Mulyati, penderitaan serupa juga dialami Nanang Kiswantoro (2 bulan). Orangtuanya Sukiswo dan Suwarti juga bekerja sebagai buruh tani di tempat tinggal mereka yakni Desa Wates Kec Kedungjati RT 01 RW 03 Grobogan. Labio palato yang diderita Nanang menyebabkan ibunya tak bisa menyusuinya. Keduanya juga berharap agar mendapatkan bantuan untuk mengoperasi anaknya. Pasalnya, penghasilan sebagai buruh tani tidak mungkin sanggup untuk membayar biaya operasi anak mereka.
Margaretha dari Wisma Hydrocephalus mengungkapkan bahwa pihaknya terbuka menerima bantuan dari para donatur mengingat masih banyak anak yang membutuhkan bantuan untuk operasi. ''Bagi yang ingin membantu dapat menyalurkan bantuan ke wisma atau melalui rekening Bank Mandiri nomor 1360001012340 atas nama Fidelia Suryani QQ Hydrocephalus RS St Elisabeth.'' (H11-)

Grab this Widget ~ Blogger Accessories
Subscribe