eeda journey

catatan reportase seorang jurnalis:
pendidikan,hukum,sosial politik, budaya


SEMARANG- Unnes menerima 5 mahasiswa Darmasiswa periode tahun 2008. Rektor Unnes Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo MSi saat menerima kelimanya di Kampus Unnes Sekaran (8/9) mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik para mahasiswa asing tersebut dan berharap mereka bisa segera mengikuti program-program yang telah disepakati antar pihak departemen dan Unnes. ''Sehingga dalam waktu yang singkat bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.''

Ketua Program Darmasiswa Unnes Dr Abdurrachman Faridi MPd melaporkan, sebagaimana telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, program tersebut merupakan beasiswa bagi mahasiswa-mahasiswa asing dari negara-negara sahabat. ''Melalui program ini, ada 5 orang mahasiswa asing yang mendapat kesempatan untuk belajar di Unnes selama 2 semester.''
Mereka adalah Flora German dari Hungaria, Chanipa Kalinnasak dari Thailand, Galkova Helena dari Slovakia, Juan Andres Marcial Coba dan Santiago Paul Erazo Andrade dari Ekuador. Mulai 11 September, sambung dia, mereka akan belajar Bahasa Indonesia dengan beberapa program antara lain keterampilan Bahasa Indonesia tulis dan lisan, seni rupa Indonesia, pengetahuan seni batik Indonesia, tari Jawa, tata Bahasa Indonesia, pengetahuan adat istiadat masyarakat Indonesia, sistem sosial, politik, dan ekonomi Indonesia.
Flora German pada kesempatan itu memperkenalkan dirinya sebagai seorang mahasiswa jurusan teknik yang punya hobi menari. Ia mengaku sangat tertarik dengan seni tari, terutama seni tari di Asia yaitu India dan Indonesia. Sedangkan Juan Andres yang memiliki hobi di bidang seni, dipilih Indonesia untuk menyalurukan hobinya tersebut. Dengan belajar di Unnes, sambung Abdurrachman, diharapkan para mahasiswa tersebut dapat menjadi duta Indonesia di negaranya masing-masing. (H11-)
======================================

Promosikan Undip di Luar Negeri
SEMARANG- Menuju world class university, memperluas jaringan dan membangun reputasi mutlak diperlukan. Hal itulah yang saat ini terus menerus dilakukan oleh Undip. Bertempat di ruang seminar Fakultas Sastra (FS) Undip Jl Hayamwuruk (10/9), 12 mahasiswa asing peserta program darmasiswa diterima oleh para petinggi fakultas tersebut. ''Setelah mengenyam pendidikan di sini dan kembali ke negara masing-masing, mereka diharapkan bisa mempromosikan Undip.'' Hal itu diungkapkan Pudek IV FS Undip Drs Suharno MEd.
Ke 12 mahasiswa tersebut berasal dari Vietnam (5 orang), Thailand (2 orang), Myanmar (2 orang), Amerika Serikat (1 orang), Senegal (1 orang), dan Jepang (1 orang).
Dekan FS Undip Prof Dr Nurdin Hari Kistanto MA menjelaskan, mereka akan belajar di FS Undip selama setahun, mendalami bahasa dan kebudayaan Indonesia. Selain itu diharapkan mereka dapat memaksimalkan semua fasilitas yang tersedia di fakultas tersebut agar dapat memperluas wawasan.
''Di FS Undip, tidak hanya mengajarkan Bahasa Indonesia, tapi juga ilmu lain seperti sejarah, arkeologi, perpustakaan, dan sebagainya. Dan fakultas ini juga mengajarkan berbagai macam bahasa asing seperti Inggris, Prancis, Korea, dan Jepang. Ini membuktikan bahwa Undip merupakan bagian dari komunitas internasional.''
Sementara itu, Abdoul Balde dari Senegal mengungkapkan, rasa ketertarikannya akan Indonesia sudah cukup lama. ''Yang saya tahu, Indonesia itu negara yang cantik dan penduduknya kebanyakan Muslim, seperti saya.'' Mahasiswa Université Cheikh-Anta Diop semester 3 jurusan geografi yang berkedudukan di Dakar itu lantas tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika Kedutaan Indonesia di Senegal membuka pengumuman pembukaan program Darmasiswa. Ia langsung melamar dan diterima setelah mengerjakan serangkaian tes.
Abdoul berharap setelah lulus dari Undip, ia dapat lancar berbahasa Indonesia sekaligus memeroleh pengetahuan yang memadahi tentang kebudayaan Indonesia. Karena menurut dia, banyak kesamaan antara kebudayaan Indonesia dan Senegal.
Mengingat Abdoul sehari-harinya berbahasa Perancis, maka pihak fakultas seperti yang diutarakan pudek IV Suharno, meminta agar yang bersangkutan juga membantu mahasiswa Undip yang mengambil mata kuliah Bahasa Prancis. Mahasiswa asal Amerika Serikat Ashley Arzy juga diharapkan dapat membantu mahasiswa lain untuk melancarkan Bahasa Inggris mereka.
Dari ke12 mahasiswa tersebut, bisa dikatakan semuanya belum bisa berbahasa Indonesia. ''Ya baru yang dari Vietnam bisa sedikit-sedikit,'' ujar pengelola beasiswa Drs Muzaka MHum. Sebelum ke Semarang, imbuh dia, mereka sudah diberikan pembekalan oleh staf pada urusan kerjasama luar negeri Depdiknas dan Deplu di Jakarta. (H11-)

Grab this Widget ~ Blogger Accessories
Subscribe