eeda journey

catatan reportase seorang jurnalis:
pendidikan,hukum,sosial politik, budaya

7:04 PM

Dishub dan PT KA Tak Ada Koordinasi

Posted by Eeda |


(Award dari mas blogger , sudah aku pasang nih. Walo ga matching sama topik tulisan, tapi tetep aku pasang. Oh iya temen2, kl mo komen atau tinggal pesan di shoutbox, monggo silahkan. nanti saya bales setelah saya pulang dari napak tilas ke bbrp kota di Jateng. Ceritanya mo cari ilham buat nulis sesuatu di blog ini...doain selamet ya)
SEMARANG-Tidak adanya koordinasi antara PT KA dan dinas perhubungan (dishub) merupakan salah satu penyebab terjadinya tabrakan antara kereta api dan kendaraan bermotor. Jika kecelakaan terjadi, yang ada hanyalah saling menyalahkan karena masing-masing punya kepentingan sendiri-sendiri. Hal itu diungkapkan pengamat masalah transportasi, arsitektur, dan perkotaan Undip Dr Ir Eddy Prianto CES DEA. Menurut dosen di fakultas teknik tersebut, seharusnya ada kesepakatan antar kedua instansi itu terkait batasan mana saja yang harus dipatuhi.

''Faktanya saat ini, antara kendaraan bermotor dan kereta, yang jadi 'rajanya' kan kereta api. Jadi PT KA harus melengkapi fasilitas pendukung sebagai tindakan preventif kecelakaan. Misalnya dengan melengkapi palang pintu/sinyal/lampu, dan sebagainya. ''Dan yang jelas, setidaknya 15 meter sisi kanan/kiri rel kereta (daerah marka jalan kereta api) tidak boleh ada satupun pemukiman. Namun sekarang lihat kenyataannya. Rumah penduduk sangat dekat dengan rel kereta.''
Menurut dia, PT KA harus mencontoh pembangunan jalan tol dengan melakukan pembebasan lahan. Sehingga jalan tol tersebut aman digunakan karena tidak ada warga yang melintas/menyebrang di jalan itu.
Kecelakaan yang terjadi antara kendaraan bermotor dan kereta di perlintasan, sambung dia, juga bukan semata karena tidak adanya palang pintu. Menurut dia, palang pintu memang dibutuhkan jika sudut pandang terhalang. Hal lain yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan adalah membedakan tekstur jalan saat mendekati persimpangan rel kereta. ''Misalnya, tekstur jalan diselang-seling antara aspal dan paving, dibuat polisi tidur atau jalan buat agak menanjak.'' Dan yang tidak kalah pentingnya adalah sarana pendukung seperti lampu dan sinyal/sirine (street furniture). Menurut dia, tidak ada salahnya hal-hal tersebut yang notabene konsep perkeretaan kuno ditampilkan lagi.
Mesin Tiba-tiba Mati
Bagi pengemudi kendaraan bermotor, kata dia, tentu saja harus mengurangi kecepatan saat dipersimpangan rel kereta. ''Kecelakaan tidak perlu terjadi kalau pengendara menyadari hal itu.'' Eddy menambahkan, bukan tidak mungkin, mesin mobil tiba-tiba mati saat berada di atas rel pada saat kereta melintas dengan cepat. ''Itu bisa terjadi kalau kereta bergerak cepat karena pengaruh gesekan antara roda kereta dengan relnya. Artinya, medan magnet yang dikeluarkan roda kereta menyalur melalui relnya, dan bisa mencapai ratusan meter di depannya.'' Dia memberikan ilustrasi betapa besarnya daya magnet tersebut dengan meletakkan paku di atas rel supaya digilas kereta api namun tidak akan jatuh walau getaran sangat kuat.
Tindakan Tegas
Aparat, kata dia, apakah kepolisian atau dishub seharusnya berani memberikan sanksi yang tegas bagi mereka yang menerabas palang pintu kereta, atau mengabaikan peringatan bahwa kereta akan lewat. ''Tidak pakai helm atau melanggar lampu lalu lintas kan ditilang. Menerabas palang pintu kereta atau mengabaikan sirine ya juga harus ditilang dong.'' Eddy yakin jika ada sikap dan tindakan tegas dari aparat, maka masyarakat akan mematuhi peraturan tersebut. Ia tidak memungkiri bahwa penegakkan aturan tersebut akan memakan waktu, namun hal itu harus mulai dilakukan. Ia menegaskan baik PT KA maupun instansi terkait tidak boleh lagi ''bermain-main'' dengan keselamatan manusia, dengan mengabaikan sarana pendukung, aturan, termasuk daerah marka jalan kereta api. Ditambahkannya, untuk mengatasi kecelakaan lintas kereta di daerah perkotaan, harus mulai dipikirkan pengembangan tram dan monorel lintas atas.
Ia juga meminta ada pembenahan dari PT KA terkait ketepatan jadwal kereta sehingga masyarakat mengetahui dengan pasti pukul berapa saja kereta akan melintas. Dengan begitu, kecelakaan dapat diminimalisir karena sudah tahu kapan saja kereta melintas. (H11-)

Grab this Widget ~ Blogger Accessories
Subscribe