eeda journey

catatan reportase seorang jurnalis:
pendidikan,hukum,sosial politik, budaya

1:25 AM

2009, Anggaran BOS Naik

Posted by Eeda |

SEMARANG- Untuk tahun 2009, nominal pemerima bantuan operasional sekolah per siswa per tahun akan naik. Untuk siswa SD/SDLB dari Rp 254 ribu menjadi Rp 400 ribu untuk kota dan Rp 397 ribu untuk kabupaten. Sedangkan untuk siswa SMP/SMPLB dari Rp 354 ribu menjadi Rp 575 ribu untuk kota dan Rp 570 ribu untuk kabupaten. Hal itu diungkapkan Sekertaris Tim Manajemen BOS Jateng Drs Indiarto Edi Cahyono MPd pada acara forum komunikasi wartawan dan LSM yang membahas tentang BOS di Dinas Pendidikan Jateng (16/12).
Indiarto yang juga staf bidang dikdas Dinas Pendidikan Jateng itu menekankan bahwa melalui BOS, semua SD dan SMP negeri harus membebaskan siswa dari biaya operasional sekolah. ''Kecuali rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan SBI.''

Adapun pemda, kata dia, wajib mengendalikan pungutan biaya operasional di SD dan SMP swasta. Sehingga, siswa miskin bebas dari pungutan yang berlebihan. ''Pemerintah juga harus memberikan sanksi pada pihak yang melanggar dan memenuhi kekurangan biaya operasional dari APBD apabila BOS dari Depdiknas belum mencukupi.''
Indiarto mengakui masih ditemukan permasalahan dalam pelaksanaan BOS di Jateng. Misalnya, akurasi data yang berkurang dan berlebih. Hal itu dikarenakan, misalnya, mutasi siswa, regrouping sekolah, dan sebagainya. Secara administrasi, akuntabilitas, dan pencitraan publik, ujar dia, pengelolaan BOS di sekolah belum optimal. ''Ada juga sekolah yang masih menarik biaya dari siswa tak mampu. Partisipasi masyarakat dan orangtua siswa mampu dalam pengembangan sekolah belum optimal.'' Namun demikan, Staf Humas Dinas Pendidikan Jateng Sugeng Alal menambahkan bahwa Jateng masih menduduki peringkat 1 dalam pengelolaan BOS dibanding provinsi-provinsi lain di Indonesia.
Indiarto menambahkan bahwa untuk memecahkan masalah BOS di Jateng, pihaknya akan mengupayakan perbaikan sistem pendataan dengan format pendataan dan verifikasi data BOS dengan kab/kota dan sekolah per tiga bulan. Selain itu, imbuh dia, koordinasi-koordinasi dan evaluasi kinerja akan selalu dilakukan baik dengan tim BOS kab/kota dan sekolah, maupun dengan lembaga penyalur. Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Jateng Drs Sutikno yang mewakili Kadinas Pendidikan Jateng menjelaskan, melalui dana APBD, Pemerintah Jateng sejak 2005 telah menggulirkan program pendampingan dana BOS melalui program beasiswa keluarga kurang mampu (BKKM) untuk SD/MI dan SMP/MTs. ''Untuk 2005, dana pendampingan berjumlah Rp 5.410.000.000, 2006 berjumlah Rp 7.365.000.000, 2007 berjumlah Rp 7.385.000.000.'' Tahun ini dana pendampingan berjumlah Rp 15 miliar, sedangkan tahun depan direncanakan Rp 17 miliar.
Adapun dana BOS dari 2005-2008 berjumlah Rp 34,8 triliun. Dan tahun ini, dana yang digulirkan adalah Rp 9,5 triliun untuk Jateng. ''Yang sudah mendapatkan alokasi sebesar Rp 1,3 triliun.''
Pembicara lain, Kepala SMPN 2 Drs Sutomo MPd menjelaskan, walaupun sekolah yang dipimpinnya adalah RSBI, namun bagi mereka yang tidak mampu tetap akan dibebaskan dari biaya. Diungkapkannya bahwa tidak mudah mengkategorikan mana siswa yang mampu dan mana yang tidak. Hal itu sepenuhnya ia serahkan pada komite sekolah. Ia mencontohkan ada seorang siswanya yang orangtuanya memiliki rumah dan motor. Namun orangtua tersebut baru saja diPHK, jadi tak punya penghasilan. ''Siswa itu tentu saja digolongkan tidak mampu.''
Di SMPN 2, kata dia, tidak sedikit orangtua/dan wali murid yang berpatisipasi aktif untuk menyukseskan kegiatan belajar mengajar. ''Misalnya memberikan bantuan untuk siswa tak mampu yang ingin melanjutkan sekolah, dan sebagainya.'' (H11-)

Grab this Widget ~ Blogger Accessories
Subscribe