eeda journey

catatan reportase seorang jurnalis:
pendidikan,hukum,sosial politik, budaya

1:12 PM

Orang Jawa Lebih Senang Jadi PNS

Posted by Eeda |


SEMARANG- Hampir bisa dipastikan, yang ada di pikiran kebanyakan mahasiswa setelah lulus dari perguruan tinggi adalah melamar pekerjaan. Entah itu di instansi pemerintah atau swasta. Anak-anak kecilpun jika ditanya apa cita-citanya kelak, jarang ada yang menjawab ingin punya usaha sendiri. ''Daripada mencari pekerjaan, lebih bermartabat kalau kita membuka lapangan kerja dan bisa memberi nafkah pada orang lain.'' Hal itu diungkapkan Ketua Perbanas Drs Sigit Pramono MBA saat menjadi keynote speaker Seminar Nasional ''Pentingnya Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini'' dalam rangka Lustrum II Fakultas Psikologi USM di Jl Soekarno-Hatta (26/5).

Sigit yang juga Ketua BP Yayasan Alumni Undip itu mengimbau pada para peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa untuk tidak mencari kerja setelah lulus, namun berwirausaha. Lantas, apa sebenarnya faktor penghambat seseorang untuk memulai berwirausaha. Menurut Sigit, faktor kultur juga sedikit banyak mempengaruhi. Dijelaskannya, bagi sebagian masyarakat Jawa, terutama di daerah agraris, strata sosial para pedagang rendah. Anak-anak jika disuruh berdagang, tandasnya, banyak yang gengsi. ''Dan, kalau ada yang kaya, pasti dituduh memelihara tuyul. Padahal dia kaya karena usaha dan kerja kerasnya.'' Orang Jawa, kata dia, lebih senang menjadi PNS.
Padahal, imbuh Sigit, wirausahawan terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian dalam situasi apapun. Termasuk pada saat krisis seperti saat ini. ''Mereka mampu menciptakan lapangan kerja baru sehingga membantu pemerintah mengurangi pengangguran.'' Jiwa kewirausahaan, kata dia, terbukti mampu mendorong dihasilkannya berbagai produk dan jasa, memacu kreativitas dan inovasi. Seorang wirausahawan harus memiliki ambisi, mimpi, unik, mampu mengambil resiko, innovator, kreatif, gigih, dan optimistis. Lantas bagaimana kalau kita sudah berusaha namun gagal terus? ''Yakinlah bahwa Tuhan Maha Memberi. Tidak mungkin gagal terus, pasti suatu saat akan sukses.''
Menurut sigit, pengenalan wirausaha harus dimulai sejak dini. Setidaknya saat menjadi mahasiswa, yang bersangkutan harus mulai in action.
Hal senada diungkapkan pembicara lain, Managing Direktor Suara Merdeka Group, Kukrit Suryo Wicaksono MBA. Ia bahkan mengusulkan sejak SMA, para siswa dibekali dengan buku saku wirausaha dan diberikan pelatihan. Pelaku wirausaha, tandasnya, bisa berasal dari latar belakang pendidikan apapun. Kukrit mengakui, ilmu yang didapatnya sehingga menjadi wirausahawan seperti saat ini sebagian besar karena learning by doing. Karena itulah ia mendorong para mahasiwa untuk tidak berputus asa dalam berkreasi dan berinovasi. Pada kesempatan itu, Kukrit yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Luar Negeri dan Perdagangan Kadin Jateng menjelaskan bahwa Kadin siap menjadi media bagi para wirausahawan yang ingin memasarkan produk unggulan Jateng di kancah internasional. ''Kami tentu saja akan menyeleksi terlebih dahulu apakah produk tersebut layak dipasarkan atau tidak.'' Bagi yang lolos, ungkap Kukrit, akan diikutkan dalam pameran di Singapura, bulan depan.
Pembicara lain, Manajer HRD Coca-Cola Bottling Semarang Listyanto Purnawan berpendapat, setiap orang sebenarnya memiliki jiwa wirausaha. Diakuinya, untuk memulai, banyak yang masih tidak percaya diri. ''Jangan belum apa-apa sudah bilang tidak bisa. Jadikan kelemahan Anda sebagai kesempatan untuk meningkatkan potensi.'' Hal lain yang ia tekankan adalah pentingnya seorang wirausahawan memiliki jiwa kepemimpinan, dan begitupula sebaliknya. (H11-)

Grab this Widget ~ Blogger Accessories
Subscribe